Dia cinta pertama saya

Sejak pertama kali saya melihatnya, saya langsung jatuh cinta kepadanya. Entah kenapa saya bisa langsung terpesona padanya. Apakah karena parasnya yang tampan? Ataukah karna kebaikan hatinya? Inikah namanya cinta pertama?

Saat itu seorang ibu mengandung anak pertamanya, baru 7 bulan dalam kandungan, anak itu hadir ke dunia dan sang ibu belum siap menerima kedatangan anak tersebut. Dia lah yang membantu sang ibu, mengantarnya ke rumah sakit, sibuk kesana kemari mencari perlengkapan bayi dan mengumumkan khabar baik itu kepada orang-orang. Saat itulah pertama kali saya melihatnya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, rasa ini terus tumbuh. Rasa yang sama seperti saat pertama kali saya melihatnya. Rasa ini tidak berubah. Rasa sayang, rasa kagum, rasa hormat dan sejuta rasa positif yang muncul saat didekatnya.

Dia pekerja keras, bekerja penuh semangat, tanpa kenal lelah dan tanpa pernah berkeluh-kesah. Walau dalam kehidupan ada pasang dan surut; ada naik dan turun. Namun dia tetap fokus tujuan demi kebahagiaan orang-orang yang disayang.

Dia tidak fokus kepada dirinya sendiri, dia mendahulukan saya, memperhatikan saya, memperdulikan saya. Dia tidak hanya menafkahi saya, dia juga tempat saya bercerita, teman saya bercanda. Saat hati sedih, gunda gulana, dia yang menyemangati, memotivasi dan memberi inspirasi.

Dia yang selalu ada di hati. Dia lah AYAH, cinta pertama saya. He is my First Love.

Kepada: Alm. AYAH. Selamat Hari AYAH!!