New Normal, New Opportunity in Digital Content

LINE 5th Anniversary

Theme: New Normal, New Opportunity in Digital Content

Speaker: Sanita Deselia- LINE, Angga Anugrah- Tiktok, Vincentius Diaz- Content Creator Tiktok, Anton William- Kumparan.

Sanita Deselia- LINE

LINE Indonesia 2016-2021

LINE adalah agregrator berita yang bekerjasama dengan 250 media, tidak hanya di Indonesia, juga tersedia di Hongkong, Taiwan dan Thailand.

Angga Anugrah- Tiktok

Tiktok bukan Social Media, platform yang inclusive and impressive, sharing video singkat yang merekomendasikan konten sesuai personality and interest kita.

Di Indonesia, user/pangguna minimal 14tahun.

Salah satu fitur unggulan, duet bareng penyanyi idola.

Dengan adanya Pandemic, terjadi perubahan tujuan dan harapan user terhadap Tiktok.

Awalnya Tiktok hanya untuk hiburan, namun karena pandemic, banyak user yang menggunakan Tiktok untuk ber-bisnis, jualan produk, barista atau chef yang mempromosikan resep mereka.

Ada pula user yang menggunakan Tiktok untuk wadah Edukasi, belajar Bahasa, belajar photography.

Terjadi Diversity content, pengembangan konten yang beragam.  

Selama masa Pandemic Tiktok Indonesia juga membuat Hashtag #samasamadirumah yang akhirnya berkembang lagi menjadi #samasamabelajar #belajardirumah #bekerjadirumah #fitnesdirumah, dll.

“User in Indonesia is creative and willing to share Pengguna di Indonesia kreatif dan mau berbagi.”

Kategori yang diminati meliputi: Comedy, Education, Beauty and Travelling.

Konten Dance sempat sangat diminati, namun di masa pandemic Dance bukan lagi konten yang paling diminati.

Tiktok bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia, kurang lebih 2000 guru di Indonesia, salah satu bentuk mendukung pendidikan di Indonesia.

Vincentius Diaz – Content Creator, Tiktok

Join Feb/Mar 2020 karena Pandemic. Sampai dengan saat ini, 20-Feb-2021 sudah upload 249 video.

Anton William – Kumparan

Kumparan adalah platform kolaborasi journalis, content creator dan key opinion leader.

Kumparan memberikan informasi yang credible dan memberikan ide-ide baru.

Format yang disajikan mulai dari tulisan, photo and info graphic.

Kumparan membantu user men-deliver konten ke target audience yang tepat, ada personalisasi.

Selama Pandemic, konten mulai beragam, karena berada di rumah jadi banyak waktu berpikir, ide-ide innovative pun bermunculan.

Pada awal Pandemic, Kumparan mengangkat 3 konten utama yang informative, yaitu:

  1. Apa yang sedang terjadi dan bagaimana penanggulangan nya?
  2. Self Protect – Bagaimana cara melindungi diri? Contoh: Bagaimana cara membuat masker sendiri?
  3. Hiburan; Contoh: TV Serial Korea “The World of the Married” yang sangat diminati

Pada Fase 2 Pandemic, kita mencoba bangkit dari masa Pandemic. Dimana kondisi saat ini, dampak Pandemic menyebabkan banyak yang kehilangan pekerjaan. Di Kumparan, juga muncul konten-konten baru, seperti:

  1. Bagaimana memulai bisnis?
  2. Mental Health – Bagaimana menjaga kesehatan mental?

Ada topic-topic baru yang jadi trend baru diminati oleh user. User juga lebih kritis, terlihat dari kolom komentar, memberikan komentar yang lebih cerdas dan berbobot.

Pena Sahabat

Terima kasih LINE Today Indonesia yang telah menggundang saya dalam acara Webinar hari ini.

Terima kasih juga kepada para pembicara.

Happy 5th Anniversary LINE Today Indonesia

Webinar ini memberikan informasi yang bermanfaat buat saya, dan disini saya ingin bagikan kepada teman-teman yang belum dapat hadir dalam Webinar. Semoga bermanfaat!!

#sharingiscaring

Read More

Kunci Sukses ala Keluarga saya

Hi Sahabat,

Kali ini saya mau bercerita tentang keluarga. Keluarga adalah anugrah terindah dalam hidup saya. Saya lahir dari keluarga biasa. Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Karena saya anak pertama, saat itu ayah ibu saya tidak siap dengan kehadiran saya, dan waktu lahir saya pun lebih awal dari jadwal. 7 bulan dalam kandungan saya sudah tidak sabar dan segera lahir kedunia. Beruntungnya, saya bertumbuh menjadi anak yang sehat.

Ayah ibu saya anak daerah, yang pada tahun 1980an merantau ke Jakarta. Ayah saya mengawali karir nya dengan bekerja sebagai karyawan sablon dan ibu saya sebagai penjahit. Saat itu mencari kerja di Jakarta tidaklah mudah. Mereka juga merangkak dari bawah. Mereka pekerja keras. Saya lahir di bidan dan tinggal di gang kecil, itu pun rumah sewa.

“Jika kita jujur dan bekerja keras, pasti ada rejeki dan hasil dari setiap tetes keringat dan jerih lelah.” itu yang ayah ibu saya ajarkan kepada kami sejak kecil. Ayah ibu saya pekerja keras, mereka bekerja senin-sabtu. Selain bekerja keras, mereka juga sangat disipin. Untuk menjadi orang sukses, disiplin adalah kunci utama. Beberapa disiplin yang mereka terapkan dalam hidup:

Disiplin waktu, setiap hari mereka sangat disiplin terhadap waktu, bangun jam 6 pagi setiap hari, makan siang jam 12, pulang bekerja jam 5 sore, makan malam jam 7 malam, tidur jam 9 malam. Itu mereka lakukan setiap hari sejak muda, hingga sekarang.

Disiplin keuangan, orang China dapat gaji 100%, mereka akan gunakan 30%, dan akan saving/tabung 70%. Jadi misalkan dapat gaji Rp. 1,000,000 (1 juta), mereka akan pakai 300ribu dan tabung 700ribu.

Sebaliknya di Indonesia, dapat gaji 100%, akan digunakan 70%++. Jadi tidak ada alokasi untuk ditabungkan. Bahkan minus dengan pinjam sodara/teman/kartu kredit.

Berapa pun penghasilan kita tidak akan cukup jika kita tidak mengatur keuangan kita. Banyak anak muda sekarang penghasilan/gaji besar, namun tidak cukup, karena pengeluaran juga besar. Besar pasak daripada tiang, yang artinya besar pengeluaran, daripada pendapatan. Jujur saya pun pernah mengalami hal ini, namun sekarang saya sudah dapat bebas, saya akan cerita juga bagaimana cara lepas dari lilitan keuangan di tulisan mendatang. Semoga dapat membantu sahabat-sahabat terlepas dari masalah keuangan.

Ayah ibu saya selain rajin bekerja, mereka juga rajin menabung. Mereka selalu sisihkan minimum 30% penghasilan mereka untuk ditabungkan. Itu mereka lakukan disiplin berbulan-bulan, bertahun-tahun, hingga saat ini. Mereka juga memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Mereka tidak memakai uang usaha untuk gaya hidup atau kehidupan pribadi. Dan yang saya salut, ketika mereka sukses, gaya hidup mereka tidaklah berubah. Jadi penghasilan bertambah, pengeluaran janganlah ikut bertambah.

Alhasil kerja keras dan kedisiplinan mereka selama puluhan tahun tidaklah sia-sia. Kami mempunyai rumah tinggal sendiri, usaha sendiri dengan puluhan karyawan, kami semua lulus kuliah di universitas terbaik bahkan di luar negri. Kami menikmati hasil kerja keras kedua orangtua kami, dan kami tahu itu tidaklah mudah, sehingga membuat kami lebih menghargai waktu, uang dan setiap rejeki yang diberikan kepada kami.

Tidak mudah untuk dijalankan, tapi jika kamu membaca dan tidak belajar untuk menerapkan, hidupmu tidak akan pernah berubah. Tidak ada kata terlambat. #mulaiajadulu

Lelah

Akhir-akhir ini saya merasa sangat lelah. Lelah secara fisik, lelah pikiran. Pekerjaan sibuk sekali, seolah sulit bagi saya untuk bernafas. Bangun tidur buru-buru berangkat ke kantor, sarapan di perjalanan, menghadapi kemacetan jalan sudah menjadi makanan pagi saya. Setiba kantor sibuk rapat, diskusi, berpikir, kirim email, balas pesan. Bahkan waktu makan dan ke toilet saja rasanya terbatas. Saya bekerja keras setiap hari. Namun pekerjaan itu tak kunjung usai. Kesibukan kantor membuat saya tidak punya waktu untuk diri saya sendiri, keluarga, pasangan, persahabatan. Dan yang ada di benak saya, Seperti inikah hidup? Apa yang saya cari dari kehidupan seperti ini?

Batin saya sungguh bergejolak. Di satu sisi, terbesit, tidak apa bekerja keras selagi muda, sehingga saat tua, kita menikmati hasilnya. Namun di lain sisi, akankah saat saya berhenti, saya sadari, semua sudah terlambat, saya telah kehilangan segalanya, waktu, masa muda, keluarga, pasangan dan persahabatan.

Bolehkan saya berhenti sejenak? Egoiskah saya? Maaf saya lelah. Saya juga manusia, yang lemah. Yang berusaha menjadi kuat, walau pada akhirnya saya menyadari, manusia tetaplah manusia. Lelah!!

Ditengah kelelahan, saya berjalan luntang lantung, tak berarah, dan akhirnya menemukan sebuah buku Leo Babauta. Dia bercerita tentang seekor burung yang sedang terbang, fokus dan dengan ketajaman matanya mencari makanan. Sang burung tidak pernah berhenti terbang, diam sejenak dan berpikir, “Kenapa udara dingin? Apakah aku akan berhasil bersarang? Apa pendapat burung lain terhadapku?”

Rasa stress muncul saat kita menginginkan hal berjalan dengan cara tertentu, tertekan ketika semua tidak terjadi seperti yang kita harapkan. Bersifatlah ikhlas. menerima apapun hasilnya, maka kita akan terlepas dari tekanan.

Rasa emosi, jengkel, frustasi terhadap oranglain saat mereka tidak bersikap sesuai yang kita inginkan. Ini merusak hubungan dan kita menjadi kurang bahagia. Terimalah oranglain apa adanya, akan membuat hubungan jauh lebih baik.

Lebih perhatian terhadap hidup, agar kita tidak melewatkan momen-momen yang terjadi. Bayangkan saat menyantap hidangan lezat, namun pikiran tetap terikat kepada pekerjaan, akankah menjadi nikmat hidangan tersebut? Jangan hidup pada euforia kesuksesan atau kegagalan masa lalu atau bahkan ketakutan menghadapi masa depan. Hadirlah sepenuhnya pada momen yang sedang berlangsung dan nikmatilah momen saat ini.

Dia cinta pertama saya

Sejak pertama kali saya melihatnya, saya langsung jatuh cinta kepadanya. Entah kenapa saya bisa langsung terpesona padanya. Apakah karena parasnya yang tampan? Ataukah karna kebaikan hatinya? Inikah namanya cinta pertama?

Saat itu seorang ibu mengandung anak pertamanya, baru 7 bulan dalam kandungan, anak itu hadir ke dunia dan sang ibu belum siap menerima kedatangan anak tersebut. Dia lah yang membantu sang ibu, mengantarnya ke rumah sakit, sibuk kesana kemari mencari perlengkapan bayi dan mengumumkan khabar baik itu kepada orang-orang. Saat itulah pertama kali saya melihatnya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, rasa ini terus tumbuh. Rasa yang sama seperti saat pertama kali saya melihatnya. Rasa ini tidak berubah. Rasa sayang, rasa kagum, rasa hormat dan sejuta rasa positif yang muncul saat didekatnya.

Dia pekerja keras, bekerja penuh semangat, tanpa kenal lelah dan tanpa pernah berkeluh-kesah. Walau dalam kehidupan ada pasang dan surut; ada naik dan turun. Namun dia tetap fokus tujuan demi kebahagiaan orang-orang yang disayang.

Dia tidak fokus kepada dirinya sendiri, dia mendahulukan saya, memperhatikan saya, memperdulikan saya. Dia tidak hanya menafkahi saya, dia juga tempat saya bercerita, teman saya bercanda. Saat hati sedih, gunda gulana, dia yang menyemangati, memotivasi dan memberi inspirasi.

Dia yang selalu ada di hati. Dia lah AYAH, cinta pertama saya. He is my First Love.

Kepada: Alm. AYAH. Selamat Hari AYAH!!

AYAH..

Pahlawan pertama anak laki-laki

Cinta pertama anak perempuan

Anak laki-laki ingin sepertimu

Anak perempuan ingin menikahi pria sepertimu

Rumah Duka atau Rumah yang berduka adalah “Buku” yang terbuka!!

Dalam beberapa hari ini saya mendapatkan beberapa khabar dukacita, mulai dari teman SMU saya yang tiba-tiba meninggal dunia akibat kecelakaan, kerabat yang meninggal dunia karena sakit, dan rekan kerja yang meninggal dunia tanpa sebab, padahal baru saja bertemu dengan Almarhum bulan puasa lalu. Saya berdoa, kiranya seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Umur memang tidak pernah ada yang tahu, kapan kita dipanggil Tuhan untuk kembali dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama di dunia. Ada yang meninggal di usia muda, ada pula yang meninggal di usia sangat tua. Kapan pun waktuNya, selalu bersiap sedialah.

Bagi umat muslim, jika seseorang meninggal dunia, wajib dikuburkan paling lambat 24 jam setelah menghembuskan nafas terakhir. Salah satu alasan harus segera dimakamkan, karena jenazah umat muslim tidak menggunakan formalin.

Bagi umat non muslim, jenazah akan dimandikan, didandani dan disuntikkan formalin, lalu ditaruh di dalam peti dan di tempatkan di rumah duka/ di rumah sebelum dikuburkan. Tujuan nya adalah supaya kerabat, sanak saudara dan teman sekalian dapat melihat Almarhum/Almarhumah untuk terakhir kalinya.

Teringat pesan Alm. ayah saya kepada kami, “Jika ada yang kedukaan, kalian wajib menghadiri!!” Bagi ayah saya, hadir di Rumah Duka lebih penting daripada hadir di Pernikahan seseorang. Dengan datang ke Rumah Duka kita memberikan support, dukungan baik secara materiil maupun moril kepada keluarga yang mengalami kedukaan. Dan sesungguhnya saat inilah dukungan benar-benar dibutuhkan.

Banyak hal yang dapat kita lihat di Rumah Duka. Melihat bagaimana hubungan antara keluarga dengan orang yang meninggal dunia. Dan di Rumah Duka kita dapat melihat segala sesuatu apa adanya, inilah yang saya maksud dengan “Buku” yang terbuka.

Jika orang yang meninggal dunia adalah orang yang baik hati, Rumah Duka akan ramai, orang-orang akan menangis, merasa kehilangan dan akan membicarakan segala kebaikannya sewaktu hidup.

Namun sebaliknya, jika yang meninggal dunia adalah orang yang kurang baik, Rumah duka akan sepi, orang-orang tidak peduli, dan yang hadir pun akan membicarakan keburukannya sewaktu hidup.

Akan ramai atau sepi kah Rumah Duka kita? Ramai atau sepi kita tidak tahu hingga waktuNya tiba. Namun yang terpenting sebagai manusia yang masih bernafas dan masih diberikan kesempatan hidup saat ini, berusahalah menjadi pribadi yang baik, benar dan berguna bagi keluarga, sahabat, teman, sesama bahkan negara.

Sehingga saat kita kembali nanti, “Buku” yang telah kita tuliskan bermanfaat bagi oranglain, mengharumkan keluarga dan dapat dipertanggungjawabkan disana.

Deportasi?! Oh Tidaaak!!

Sabtu pagi bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, pakai parfum biar wangi, sarapan pagi dan bersiap-siap pergi.

Koper dan baju sudah disiapkan dari kemarin. Saya pun melangkahkan kaki keluar rumah dengan riang gembira. Tak lama taxi online yang dipesan pun sudah tiba di depan rumah. “Bandara Soekarno Hatta Pak, Keberangkatan International, Terminal 3”.

Senangnya hatiku!! Mau jalan-jalan gitu loh!! Sepanjang jalan menuju bandara ditemani musik-musik radio yang bersemangat, membuat saya semakin bergairah, ingin segera tiba di bandara.

Saking semangatnya, kemacetan ibukota di akhir pekan yang menghabiskan waktu 2 jam perjalanan tak terasa, tiba juga di bandara, lalu saya segera menurunkan koper dan menuju loket pesawat untuk flight check in.

Kali ini saya ingin mencoba Airlines baru, ini pertama kali nya saya menggunakan budget Airlines ini. Saya pun mengantri di loket Scoot, setelah melewati antrian panjang, akhirnya giliran saya. Petugas melakukan scan pasport saya. “Pasport Anda Expired!! Kami tidak dapat memproses Boarding Pass.” Apa?! Serasa disambar petir.

Saya tidak sadar kalau pasport saya expired. Wait!! Saya mengecek pasport saya, disana tertulis expired date di bulan Juli, ini kan masih April? Ternyata setelah saya check, pasport saya dalam masa tenggang atau Grace Period. Pemerintah mewajibkan kita melakukan perpanjangan pasport 6 bulan sebelum expired date. Jadi kalau expired date di bulan Juli, sudah harus perpanjang di bulan Januari. Masa tenggang adalah 6 bulan sebelum expired date, jika expired date bulan Juli, maka masa tenggang antara Jan-Juli.

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai pasport yang diterima di negara tersebut. Saya pun segera mengecheck, Singapore termasuk negara yang menolak pasport kurang dari 6 bulan expired date. Sedangkan Australia negara yang menerima pasport kurang dari 6 bulan.

Sayang nya kali ini saya berencana ke Singapura. Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli tiket pesawat dan hotel juga sudah dibayar lunas semua. Jadi saya akan berusaha mendapatkan boarding pass saya. “Saya harus mendapatkan Boarding Pass saya Pak!! Saya sudah bayar lunas tiket saya ini. Dan ini tidak bisa di refund!!” Petugas pun menjawab: “Saya bukan nya tidak mau bantu. Tapi ini system nya menolak pasport Anda dan Boarding Pass nya tidak bisa dicetak.” Saya pun menjawab: “System Bapak yang salah. Saat saya membeli tiket, tidak ada notifikasi kalau pasport saya expired. Harusnya sejak saya membeli tiket, system nya menolak. Tidak sekarang!!” saya mulai kesal. “Maaf saya tidak bisa bantu.” Saya semakin kesal terhadap petugas, karena tidak ada solusi yang disarankan. Hanya debat kusir yang berakhir tanpa solusi.

Akhirnya saya membeli tiket Garuda Indonesia, saya menjelaskan kondisi saya dengan sejujur-jujurnya. Puji Tuhan petugas Garuda dapat mengerti dan membuatkan saya Letter yang menjelaskan jika saya tiba di Singapura dan ditolak oleh Imigrasi Singapura, saya bersedia kembali ke Indonesia dengan membeli tiket Garuda dan menanggung seluruh biaya dan denda.

Akhirnya saya terbang ke Singapura dengan pesawat Garuda. Pesawat nya sangat nyaman, bersih, pramugari nya juga cantik dan ramah. Namun saat itu hati saya berdegup kencang tidak tenang. Mimpi apa saya semalam? Rencana berlibur ke negri tetangga malah berujung panjang.

Saya mulai membaca berita mengenai Imigrasi Singapura. Dan banyak kasus orang-orang yang di deportasi, membuat saya semakin was-was. Belum lagi saya membaca tentang orang-orang yang di deportasi, biasa nya adalah pembunuh, pengedar narkoba dan kasus kriminal lainnya. Wah saya akan di’cap’ kriminal kalau dideportasi? Ya Tuhan..

Selama di pesawat saya berdoa tiada henti. Saya lelah harus ber-argumen lagi. Saya hanya ingin berlibur dan beristirahat sejenak. Saya pasrah saja kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi ketika tiba nanti, saya benar-benar pasrah. Terjadi sesuai kehendak Tuhan saja.

Setelah menempuh 2 jam di udara, kami pun mendarat di Changi Airport Singapura. Saya tidak se-excited tadi pagi. Turun dari pesawat dengan berjalan pelan, saya pun menuju meja Imigrasi. Jantung ini seperti mau copot saking kencang detak nya.

Petugas Imigrasi Singapura men-scan pasport saya, lalu jari nya mulai berhitung dengan suara kecil “April, May, June, July.” “Eh?!” petugas tampak ragu. Jantung saya serasa berhenti berdetak. Lalu menghitung kembali “April, May, June, July.” Saya sudah pasrah kalau saya harus pulang. Petugas menatap saya dan berkata “Your passport will be expired, please extend immediately” Saya pun dengan cepat menjawab “Yes yes I will Sir”. Lalu dia cap pasport saya tanda saya diterima di Singapura.

Puji Tuhan. Tuhan sungguh baik pada saya. Di saat saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Di saat saya merasa buntu. Dia tidak pernah meninggalkan saya. Terima kasih Ya Tuhan. Saya keluar dari bandara dengan hati lega dan saya loncat-loncat gembira. Saya tidak dideportasi. Saya bisa lolos karena Anugrah Tuhan. Terima kasih Tuhan. Sungguh pelajaran berharga. Saya tidak akan lupa perpanjang pasport lagi. 😁

Are you Waffle Lovers?

After passing all-day meeting and enjoying the traffic of Jakarta. Finally sitting quietly and enjoying the night. I have no idea where to go. I am just looking for something sweet, for this mouth and stomach satisfaction. And I got it.

I found an interesting place, cozy place with delicious food. Waffle Crave. They have complete menu, from appetizer, salad and soup, main course and dessert. They special menus is WAFFLE.

They serve many variety of waffle; chicken waffle, pizza waffle, waffle burger, steak waffle and dessert waffle. I tasted the Churros Waffle and Sparkling Elderflower. The Churros Waffle was very crunchy with a sprinkles of cinnamon. Sparkling Elderflower is cucumber with sparkling soda, it tastes very fresh.

If you are a waffle lovers, then you need to visit Waffle Crave. Enjoy the crunchiness!!

Waffle Crave

IG. wafflecrave

Jl. Karang Tengah Raya No 39

Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Indonesia

=Permanent Close=

My First Trip 2018 | West Borneo

Happy New Year 2018 Everyone..
Selamat Tahun Baru 2018 Sahabatku..

Ini adalah tulisan pertama saya di Tahun 2018. Terima kasih Tuhan atas berkat anugrahMu kepada saya dan keluarga dalam melewati tahun 2017. Saya mengalami banyak hal baik di 2017, itu semua karena kasihMu. Terima kasih masih diberi kesehatan, pekerjaan dan berbagai kesempatan.

Awal tahun 2018 saya mendapatkan khabar dukacita, paman saya meninggal dunia. Karena paman tersebut sangat dekat dengan saya dan keluarga, saya memutuskan untuk mengunjungi keluarganya dan melihat jenazah beliau untuk terakhir kalinya.

Beliau tinggal di salah satu kota kecil di Kalimantan. Perjalanan dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit. Tiket pulang pergi Jakarta-Pontianak-Jakarta Garuda Airlines Rp. 1,500,000, Sriwijaya Air Rp. 1,100,000 atau Lion Air Rp. 900,000.

Info dari Wikipedia, Kalimantan Barat adalah provinsi keempat terluas di Indonesia setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Dan dijuluki provinsi “Seribu Sungai”, selama perjalanan saya melihat banyak sekali sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil. Saya juga melewati Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak yang merupakan anak sungai Kapuas. Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia.

Kalimantan Barat juga berbatasan darat dengan Sarawak, Malaysia. Sehingga mayoritas bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia dan Bahasa Tionghua (Hakka/ Tiaochiu). Suku yang menetap di Kalimantan Barat adalah suku Dayak, Melayu, Jawa, Tionghua, Madura dan Bugis.

Setiba di Pontianak, yang biasa disebut juga Kota Khatulistiwa saya masih harus menempuh perjalanan darat selama 4-5 jam. Saya pun naik Taksi menuju Pemangkat, kota kecil tempat alm. paman saya tinggal. Taksi disana tidak seperti di Jakarta, bukan Taksi Bluebird. Taksi disana adalah mobil milik pribadi atau rental, biasanya Toyota Yaris atau Toyota Avanza dengan biaya Rp. 150,000/ orang. Yaris bisa memuat 3-4 orang atau Avanza memuat 6-7 orang.

Alternatif lain adalah Mobil Travel (kalau di Jakarta seperti Xtrans atau Cipaganti), biasa nya mobil travel menggunakan Isuzu Elf yang memuat 10-12 orang. Perbedaan taksi dan mobil travel, mobil travel akan singgah di kota-kota lain, taksi langsung ke kota yang kita tuju. Jika berpergian dengan keluarga bisa rental mobil dengan biaya Rp. 600,000/mobil.

5 jam merupakan perjalanan yang panjang.. Jangan lupa sediakan cemilan dan air minum. Disana tidak seperti di Jakarta yang 500 meter pasti ada Alfamart/ Indomaret. Jalan di sana hanya 2 lajur tanpa pembatas, jalanan juga tidak rata, sehingga kita dapat merasakan “loncatan-loncatan” di dalam mobil. Selama perjalanan saya melihat sungai, sawah, laut dan rumah penduduk.

Setelah menempuh perjalanan panjang sampai juga di Pemangkat. Pemangkat terdapat di pesisir laut yang menghadap Laut China Selatan (South China Sea). Pemangkat memiliki perpaduan laut, sungai, gunung dan kota. Objek wisata di Pemangkat adalah Gunung Gajah, Pantai Sinam dan Tanjung Batu.

Puji Tuhan di trip yang singkat ini saya juga masih sempat mencicipi makanan khas Pemangkat. Tidak hanya enak, harganya juga murah. Jam mien atau mie bakso dan udang (ini versi sederhana Mie Kepiting Pontianak) harga Rp. 14,000 , Rujak Ebi Rp. 12,000 dan Es Teler Rp. 5,000. Saya jadi berpikir, susah juga ya mencari uang di Kalimantan. 🙂

Saya tinggal di rumah salah satu keluarga, karena tidak ada hotel disana. Penginapan disana adalah ruko yang dibuatkan kamar-kamar seperti kamar kost di Jakarta. Jadi bagi yang akan berwisata ke Pemangkat harus maklum dengan kondisi penginapan yang ada. Atau saran saya menginap lah di Kota Singkawang, ada banyak penginapan disana. Dari Singkawang ke Pemangkat menempuh jalan darat 30km atau sekitar 1 jam perjalanan.

Di era yang modern saat ini, di Jakarta saya merasakan berbagai fasilitas dan kemudahan, namun belum dapat dinikmati oleh masyarakat di Kalimantan. Contohnya ya kemudahan transportasi dan akses infrastruktur. Dan hal yang paling penting adalah air bersih. Air disana berwarna coklat dan sedikit berpasir. Masyarakat menggunakan air untuk mandi dan mencuci. Sedangkan untuk memasak dan minum mereka menadah air hujan. Bagi masyarakat menengah ke atas, mereka membeli air bersih. Saya berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi kepada sahabat-sahabat disana. Sehingga air bersih dapat dirasakan oleh semua masyarakat dan dengan biaya yang terjangkau.

Ya demikianlah perjalanan saya ke Pulau Kalimantan. Saya mendapatkan pelajaran berharga dalam hidup. Seringkali sebagai “anak kota” kita mengeluh tetang banyak hal setiap hari nya. Tapi sahabat di Kalimantan dengan segala keterbatasan mereka menerima keadaan dan berjuang menjalani hidup.

Saran saya sekali-sekali berwisatalah ke kota-kota kecil di Indonesia. Maka kita akan lebih bersyukur dan mendapatkan pelajaran hidup.

Happy Sunday sahabatku.. 💕💕💕

Apa itu Pena Sahabat?!

Pena Sahabat publish pada tanggal 14 Juni 2017. Dengan motto “Sharing is Caring”.

Dengan berbagi, kita tidak hanya fokus terhadap diri sendiri, tetapi juga meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama dan lingkungan.

Diharapkan Pena Sahabat dapat menjadi wadah dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. Menjadikan kita pribadi yang terus belajar dan menginspirasi sesama.

Ada pun beberapa topik yang diangkat:

  • Life | Kehidupan
  • Lifestyle | Gaya Hidup
  • Food & Culinary | Kuliner
  • Traveling | Wisata
  • Career & Job | Karir & Dunia Kerja
  • Art & Craft | Seni & Kerajinan
  • Event

Akhirnya kuberanikan diri untuk melangkahkan kaki..

Tidak akan tiba di tujuan jika tak satu langkah pun berani kuayunkan..

Tidak akan tercipta serangkaian cerita, jika tidak satu kata pun yang kutuliskan.

Mulailah dari satu kata..


Pena Sahabat menerima tulisan dari sahabat-sahabat yang ingin berbagi cerita, kirimkan tulisan kamu ke email dibawah ini:

Share your story here, email to:

admin@penasahabat.com

Syarat&Ketentuan:

1. Tulisan berhubungan dengan topik-topik di atas.

2. Tulisan tidak megandung unsur SARA.

3. Pena Sahabat akan menampilkan nama dan email penulis, penulis bertanggungjawab terhadap tulisannya masing-masing.

4. Tulisan yang dipublish akan disaring dahulu oleh Pena Sahabat.

5. Keputusan Pena Sahabat adalah mutlak.

Pena Sahabat menantikan tulisan dari sahabat-sahabat sekalian.

Terima kasih.

Pena Sahabat
Sharing is Caring..💕💕

✉ admin@penasahabat.com

Instagram. penasahabatmu

Youtube. Pena Sahabat