Kunci Sukses ala Keluarga saya

Hi Sahabat,

Kali ini saya mau bercerita tentang keluarga. Keluarga adalah anugrah terindah dalam hidup saya. Saya lahir dari keluarga biasa. Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Karena saya anak pertama, saat itu ayah ibu saya tidak siap dengan kehadiran saya, dan waktu lahir saya pun lebih awal dari jadwal. 7 bulan dalam kandungan saya sudah tidak sabar dan segera lahir kedunia. Beruntungnya, saya bertumbuh menjadi anak yang sehat.

Ayah ibu saya anak daerah, yang pada tahun 1980an merantau ke Jakarta. Ayah saya mengawali karir nya dengan bekerja sebagai karyawan sablon dan ibu saya sebagai penjahit. Saat itu mencari kerja di Jakarta tidaklah mudah. Mereka juga merangkak dari bawah. Mereka pekerja keras. Saya lahir di bidan dan tinggal di gang kecil, itu pun rumah sewa.

“Jika kita jujur dan bekerja keras, pasti ada rejeki dan hasil dari setiap tetes keringat dan jerih lelah.” itu yang ayah ibu saya ajarkan kepada kami sejak kecil. Ayah ibu saya pekerja keras, mereka bekerja senin-sabtu. Selain bekerja keras, mereka juga sangat disipin. Untuk menjadi orang sukses, disiplin adalah kunci utama. Beberapa disiplin yang mereka terapkan dalam hidup:

Disiplin waktu, setiap hari mereka sangat disiplin terhadap waktu, bangun jam 6 pagi setiap hari, makan siang jam 12, pulang bekerja jam 5 sore, makan malam jam 7 malam, tidur jam 9 malam. Itu mereka lakukan setiap hari sejak muda, hingga sekarang.

Disiplin keuangan, orang China dapat gaji 100%, mereka akan gunakan 30%, dan akan saving/tabung 70%. Jadi misalkan dapat gaji Rp. 1,000,000 (1 juta), mereka akan pakai 300ribu dan tabung 700ribu.

Sebaliknya di Indonesia, dapat gaji 100%, akan digunakan 70%++. Jadi tidak ada alokasi untuk ditabungkan. Bahkan minus dengan pinjam sodara/teman/kartu kredit.

Berapa pun penghasilan kita tidak akan cukup jika kita tidak mengatur keuangan kita. Banyak anak muda sekarang penghasilan/gaji besar, namun tidak cukup, karena pengeluaran juga besar. Besar pasak daripada tiang, yang artinya besar pengeluaran, daripada pendapatan. Jujur saya pun pernah mengalami hal ini, namun sekarang saya sudah dapat bebas, saya akan cerita juga bagaimana cara lepas dari lilitan keuangan di tulisan mendatang. Semoga dapat membantu sahabat-sahabat terlepas dari masalah keuangan.

Ayah ibu saya selain rajin bekerja, mereka juga rajin menabung. Mereka selalu sisihkan minimum 30% penghasilan mereka untuk ditabungkan. Itu mereka lakukan disiplin berbulan-bulan, bertahun-tahun, hingga saat ini. Mereka juga memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Mereka tidak memakai uang usaha untuk gaya hidup atau kehidupan pribadi. Dan yang saya salut, ketika mereka sukses, gaya hidup mereka tidaklah berubah. Jadi penghasilan bertambah, pengeluaran janganlah ikut bertambah.

Alhasil kerja keras dan kedisiplinan mereka selama puluhan tahun tidaklah sia-sia. Kami mempunyai rumah tinggal sendiri, usaha sendiri dengan puluhan karyawan, kami semua lulus kuliah di universitas terbaik bahkan di luar negri. Kami menikmati hasil kerja keras kedua orangtua kami, dan kami tahu itu tidaklah mudah, sehingga membuat kami lebih menghargai waktu, uang dan setiap rejeki yang diberikan kepada kami.

Tidak mudah untuk dijalankan, tapi jika kamu membaca dan tidak belajar untuk menerapkan, hidupmu tidak akan pernah berubah. Tidak ada kata terlambat. #mulaiajadulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s