Deportasi?! Oh Tidaaak!!

Sabtu pagi bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, pakai parfum biar wangi, sarapan pagi dan bersiap-siap pergi.

Koper dan baju sudah disiapkan dari kemarin. Saya pun melangkahkan kaki keluar rumah dengan riang gembira. Tak lama taxi online yang dipesan pun sudah tiba di depan rumah. “Bandara Soekarno Hatta Pak, Keberangkatan International, Terminal 3”.

Senangnya hatiku!! Mau jalan-jalan gitu loh!! Sepanjang jalan menuju bandara ditemani musik-musik radio yang bersemangat, membuat saya semakin bergairah, ingin segera tiba di bandara.

Saking semangatnya, kemacetan ibukota di akhir pekan yang menghabiskan waktu 2 jam perjalanan tak terasa, tiba juga di bandara, lalu saya segera menurunkan koper dan menuju loket pesawat untuk flight check in.

Kali ini saya ingin mencoba Airlines baru, ini pertama kali nya saya menggunakan budget Airlines ini. Saya pun mengantri di loket Scoot, setelah melewati antrian panjang, akhirnya giliran saya. Petugas melakukan scan pasport saya. “Pasport Anda Expired!! Kami tidak dapat memproses Boarding Pass.” Apa?! Serasa disambar petir.

Saya tidak sadar kalau pasport saya expired. Wait!! Saya mengecek pasport saya, disana tertulis expired date di bulan Juli, ini kan masih April? Ternyata setelah saya check, pasport saya dalam masa tenggang atau Grace Period. Pemerintah mewajibkan kita melakukan perpanjangan pasport 6 bulan sebelum expired date. Jadi kalau expired date di bulan Juli, sudah harus perpanjang di bulan Januari. Masa tenggang adalah 6 bulan sebelum expired date, jika expired date bulan Juli, maka masa tenggang antara Jan-Juli.

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai pasport yang diterima di negara tersebut. Saya pun segera mengecheck, Singapore termasuk negara yang menolak pasport kurang dari 6 bulan expired date. Sedangkan Australia negara yang menerima pasport kurang dari 6 bulan.

Sayang nya kali ini saya berencana ke Singapura. Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli tiket pesawat dan hotel juga sudah dibayar lunas semua. Jadi saya akan berusaha mendapatkan boarding pass saya. “Saya harus mendapatkan Boarding Pass saya Pak!! Saya sudah bayar lunas tiket saya ini. Dan ini tidak bisa di refund!!” Petugas pun menjawab: “Saya bukan nya tidak mau bantu. Tapi ini system nya menolak pasport Anda dan Boarding Pass nya tidak bisa dicetak.” Saya pun menjawab: “System Bapak yang salah. Saat saya membeli tiket, tidak ada notifikasi kalau pasport saya expired. Harusnya sejak saya membeli tiket, system nya menolak. Tidak sekarang!!” saya mulai kesal. “Maaf saya tidak bisa bantu.” Saya semakin kesal terhadap petugas, karena tidak ada solusi yang disarankan. Hanya debat kusir yang berakhir tanpa solusi.

Akhirnya saya membeli tiket Garuda Indonesia, saya menjelaskan kondisi saya dengan sejujur-jujurnya. Puji Tuhan petugas Garuda dapat mengerti dan membuatkan saya Letter yang menjelaskan jika saya tiba di Singapura dan ditolak oleh Imigrasi Singapura, saya bersedia kembali ke Indonesia dengan membeli tiket Garuda dan menanggung seluruh biaya dan denda.

Akhirnya saya terbang ke Singapura dengan pesawat Garuda. Pesawat nya sangat nyaman, bersih, pramugari nya juga cantik dan ramah. Namun saat itu hati saya berdegup kencang tidak tenang. Mimpi apa saya semalam? Rencana berlibur ke negri tetangga malah berujung panjang.

Saya mulai membaca berita mengenai Imigrasi Singapura. Dan banyak kasus orang-orang yang di deportasi, membuat saya semakin was-was. Belum lagi saya membaca tentang orang-orang yang di deportasi, biasa nya adalah pembunuh, pengedar narkoba dan kasus kriminal lainnya. Wah saya akan di’cap’ kriminal kalau dideportasi? Ya Tuhan..

Selama di pesawat saya berdoa tiada henti. Saya lelah harus ber-argumen lagi. Saya hanya ingin berlibur dan beristirahat sejenak. Saya pasrah saja kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi ketika tiba nanti, saya benar-benar pasrah. Terjadi sesuai kehendak Tuhan saja.

Setelah menempuh 2 jam di udara, kami pun mendarat di Changi Airport Singapura. Saya tidak se-excited tadi pagi. Turun dari pesawat dengan berjalan pelan, saya pun menuju meja Imigrasi. Jantung ini seperti mau copot saking kencang detak nya.

Petugas Imigrasi Singapura men-scan pasport saya, lalu jari nya mulai berhitung dengan suara kecil “April, May, June, July.” “Eh?!” petugas tampak ragu. Jantung saya serasa berhenti berdetak. Lalu menghitung kembali “April, May, June, July.” Saya sudah pasrah kalau saya harus pulang. Petugas menatap saya dan berkata “Your passport will be expired, please extend immediately” Saya pun dengan cepat menjawab “Yes yes I will Sir”. Lalu dia cap pasport saya tanda saya diterima di Singapura.

Puji Tuhan. Tuhan sungguh baik pada saya. Di saat saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Di saat saya merasa buntu. Dia tidak pernah meninggalkan saya. Terima kasih Ya Tuhan. Saya keluar dari bandara dengan hati lega dan saya loncat-loncat gembira. Saya tidak dideportasi. Saya bisa lolos karena Anugrah Tuhan. Terima kasih Tuhan. Sungguh pelajaran berharga. Saya tidak akan lupa perpanjang pasport lagi. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s